Cerpen
By. Devi Septianingsi/ IXc
Judul : Dia dan Aku

Kriiiingg.. Kriiiingg… Kriiing...
Terdengar
Lonceng sekolahku berbunyi, semua siswa-siswi sekolah Nusa Bakti II masuk ke
kelas termasuk aku. Namaku adalah luna, Aku adalah siswi Nusa Bakti II.
Kegemaran ku adalah membaca. sebelum lonceng sekolah berbunyi aku selalu menyempatkan diri untuk
membaca buku di taman belakang sekolahku. Setelah aku mendengar lonceng
berbunyi dengan sangat lamban nya aku berjalan sambil membaca buku menuju
kekelas. Walaupun aku suka membaca buku pelajaran bukan berarti aku menyukai
semua buku pelajaran. Ada pelajaran yang paling aku gak sukai, yaitu biologi.
Yah, mungkin karena guru nya yang super duper galak plus nyebelin atau karena keseringan praktek.
Huffft, sungguh gak seneng sama pelajaran Biologi.
Setelah
tiba dikelas aku pun duduk di tempat ku sambil melanjutkan membaca buku,
tiba-tiba wali kelas ku datang kekelas dan menginformasikan kepada kami semua .
“Anak-anak, kita telah kedatangan siswa baru,
dia pindahan dari Jakarta, dan dia pindah kesini karena mengikuti bisnis orang
tuanya, ibu harap kalian bisa menjadi teman disini”
“iya bu” jawab dengan serempak .
“nah, ini dia teman baru kita.
Nak silahkan masuk kekelas baru mu ini” pinta guru wali kelas kami.
Dengan
seketika, lelaki itu masuk. Ketika melihatnya aku merasa wajah itu tak asing
lagi bagiku, wajah nya mengingatkan ku dengan teman masa kecilku, tetapi melihat
gayanya yang begitu sombong ketika masuk
kelas aku merasa dia bukan teman masa kecilku. Dan aku berkata dengan suara
berbisik “mungkinkah dia”, tetapi aku
tidak percaya dan hanya menggelengkan kepala “ bukan dia, mana mungkin dia, yang aku tau teman masa kecil ku hanya
lah orang sederhana dan ramah terhadap ku, tetapi melihat gaya lelaki ini
seperti orang sombong karena dia seorang anak konglongmerat dan ketampanannya”
kataku berbisik sendiri.
Setelah
itu, lelaki itu memperkenalkan dirinya dihadapan kami semua, dengan gaya
sombong nya dia mengatakan “ hello,
selamat pagi guys.. perkenalkan nama gue justin, gue pindahan dari Jakarta”.
Tanpa mengucapkan terima kasih dia langsung jalan dan menuju bangku kosong yang
berada di belakang bangkuku dan langsung duduk. “ hah, gak ada yang nyuruh
duduk, kok malah duduk seenaknya” bisikku.
Ketika
itu aku melihat para gadis dikelas ku memperhatikan nya dengan mata
berkaca-kaca. Dan aku pun mendengar salah satu dari mereka yang tepatnya adalah
teman baikku, keyla, yang duduk disamping bangkuku dia berbisik kepada ku
“ lun, lihat deh cowok di
belakang bangku mu, tampan banget, aku aja gak bisa ngedip melihat wajahnya
yang begitu tampan, sangking tampannya dia tuh seperti malaikat turun dari
surga. Pokoknya dia tuh cowok super duper perfect , dan sekarang dia adalah
pangeran berkuda putih ku ”. ucap
Keyla
Aku
hanya bisa menggeleng dan menjawab “ iya
sih, aku akui dia memang tampan, tetapi melihat gayanya yang begitu sombong
menurut ku dia sama saja seperti badut ancol yang hanya menunjukkan antraksi
anehnya itu”.
Tanpa
sadar aku telah mengucapkan dia telah mendengar bisikan ku.
Dengan
suara yang menantang dia teriak pada ku”
hei kamu, apa yang baru saja kamu katakan tentang ku”
“oh, ternyata kamu mendengarnya
juga, baguslah kamu mendengar. Biar kamu tahu bagaimana harusnya rupa aslimu”ucapku
“apa maksudmu” tanyanya
“bukannya tadi kamu mendengarnya,
apa harus aku ulangi lagi. Okey, jika kamu mau dengar lagi yang barusan aku bilang, aku akan
katakan, KAMU TUH SEPERTI BADUT ANCOL YANG HANYA MENUNJUKKAN ANTRAKSI YANG ANEH
DAN KONYOL, sekarang kamu puas!!
” kataku
“ka,..ka.. mu sungguh…….” jawabnya dengan nada yang
geram sambil mengeram tangannya, tetapi tiba-tiba –
“stop-stop.. jangan bertengkar..
Luna, harusnya kamu harus bersikap baik terhadap teman barumu ini” sambung wali kelasku.
“iya bu” jawab ku dengan nada rendah dan
duduk.
“baiklah kalo begitu, ibu harus kembali ke
ruang guru banyak tugas yang harus diselesaikan, dan kamu justin, ibu mewakili
luna untuk minta maaf, mungkin kamu bisa memakluminya” katanya.
“baiklah, kali ini saya akan
memakluminya. Dan tolong yah bu’ jika sekali-kali dia mengganggu saya, tolong
berikan orang ini saksi,hmm, misalnya mencuci wc atau di jemur dilapangan bu’,
karena saya tidak suka mendengar kata-kata yang tidak seharusnya ada pada diri
saya seperti dikatan gadis ini tadi”dengan
suara licik.
“oke, oke, justin, silahkan duduk
kembali di kursimu dan ibu jamin, tidak akan ada kejadian seperti tadi” pinta wali kelasku.
“ haah, emang dia raja, bisa
diturutin semua yang dia minta, dia hanya siswa baru yang lama-kelamaan juga pasti menjadi siswa
lam di sekolah ini”
kataku dalam hati.
Setelah
itu, wali kelas kami pun keluar. Sebelum keluar wali kelas kami mengatakan
bahwa guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas ini sedang cuti karena ada
urusan. Jadi, kami di suruh untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru bahasa Indonesia.
Berselang
beberapa menit kemudian, terdengar bunyi lonceng yang bertanda waktu untuk
berisitirahat. Aku pun keluar bersama temanku keyla, untuk berbelanja sambil
memegang buku yang akan kembali aku baca. Rencana ku sih , setelah aku membeli
sebotol minuman dan sebungkus roti lalu pergi ketaman dibelakang sekolah ku
untuk membaca, tetapi rencana itu dihancurkan sama justin si cowok tengik itu.
Waktu
aku membeli minuman di kantin, lalu aku mencari tempat duduk bersama keyla.
“lun, kita duduk disana aja” pinta keyla sambil menunjuk
meja yang masih kosong.
“baiklah” jawab ku.
Tetapi,
perasaan ku sedikit tidak enak melihat meja itu masih kosong. Setelah aku duduk
di kursi tanpa melihat keadaan kursi itu, aku merasa aneh, mengapa kursi ini
begitu licin saat aku duduki. Sepeti ada sesuatu di kursi ini. aku pun berdiri
dan melihat keadaan kursi yang aku duduki. Dengan sangat kaget nya aku melihat
banyak sekali sambel yang ada di kursi itu.
“siapa yang berani-berani menaruh
dan menumpahkan sambel di kursi ini”
memukul meja sambil melihat siswa-siswi
yang berada di kantin
Tiba-tiba…
“Aku” sambil mengangkat satu tangan.
Ternyata
Justin, OMG cowok tengik itu lagi.
“Aku, kenapa” katanya.
“Oh, ternyata kamu, cowok tengik
bak badut ancol itu yah, kenapa kamu ngelakuin ini? haaah??” jalan menuju tempat dia.
Uh Sangat
memalukan, rok yang penuh sambel plus di tertawakan oleh semua siswa-siswi yang
ada di kantin itu. itu sungguh memalukan.
“kamu bilang kenapa!, asal kamu
tau yah, ini adalah balasan akibat orang yang udah mengatakan hal yang tidak
aku sukai, dan sekali lagi aku dengar kamu bilang kaya tadi , aku akan
memberikan kejutan yang lebih seru lagi dari yang terjadi sekarang”ucap Justin
“hah, apa kamu bilang kejutan
yang lebih seru, itu tidak akan pernah terjadi padaku lagi” jawabku
“benarkah, kita lihat saja nanti,
apa ucapan mu yang benar atau aku”jawabnya
dengan suara menantang
Dengan
wajah yang kesal aku pun pergi dan membersihkan rok ku di toilet.
Untuk
hari, adalah hari yang paling sial aku temui, di kerjain sama cowok tengik bak
badut ancol yang super duper nyebelin padahal
baru masuk udah buat onar. Ish, rencana buat baca buku ditaman gagal
dehh.. L
lonceng
masuk kelas berbunyi, aku dengan buru-burunya mencuci rokku di toilet, tetapi
belum selesai aku mengeringkan nya, padahal sekarang waku nya jam pelajaran
yang aku benci (IPA BIOLOGI). Dengan
cepatnya aku mengerikannya. Setelah itu aku buru-buru ke kelas walaupun agak
terlambat masuk, padahal rokku masih belum kering. Setiba aku di depan kelas,
aku melihat gurunya sudah ada yang lagi menerangkan pelajaran , pikirku sejenak
“guru ini kan paling gak suka kalau
siswa-siswi yang lambat masuk pada jam pelajarannya”. Tetapi dengan berani
nya aku mengetuk pintu
“permisi pak, maaf saya terlambat tadi saya
habis ke toilet, apa saya boleh masuk?” dengan berani dicampur rasa takut.
Tetapi
tidak ada jawaban, guru itu hanya serius menjelaskan pelajaran, dan aku kembali
mengatakan hal yang sama hingga beberapa kali. Tiba-tiba, guru itu muak
mendengar perkataan ku dan menghampiriku di luar kelas.
“Hei kamu, kamu tau gak, saya cape dengar
kamu mengatakan hal itu daritadi. Bukannya kamu sudah tau kalau saya paling
tidak suka ada siswa yang lambat masuk kelas pada waktu pelajaraan saya” dengan
suara yang tinggi dan menakutkan.” tegurnya
“maafkan saya pak” kataku dan menunduk.
“maaf maaf. !! okey, sebagai balasnya kamu
harus berdiri di depan tiang bendera selama waktu pelajaraan saya dikelas ini”
“sekarang pak?”
“yah, dimulai dari sekarang. Cepat kerjakan atau
kamu mau saya suruh untuk keliling lapangan sampai pulangan sekolahan nanti”
“jangan-jangan pak, baiklah saya
lakukan” kataku
dan berbalik.
Setelah
itu aku pun berdiri di depan tiang bendera, beberapa menit aku berdiri sungguh
begitu panas dan peggal kakiku, sungguh hari ini, hari yang sangat melelahkan.
Kemudian, beberapa saat kemudian, waktu pelajaraan Ipa Biologi telah habis dan
disusul dengan lonceng pulang sekolah. Waktu hukuman yang diberikan telah habis
dan aku boleh pulang.
Aku pun
segera kekelas untuk mengambil tasku dan segera pulang untuk beristirahat,
tanpa mempedulikan keyla yang ingin pulang bersamaku.
Waktu
diperjalanan pulang, aku berjalan tanpa melihat ada lumpur di sampingku. Tiba-tiba
dari belakang ku ada motor yang menyerbu dan sengaja melewati lumpur, sehingga
aku terkena banyak percikan lumpur itu,pakaian ku sangat kotor, itu membuat ku
sangat kesal dan kemudian aku melepaskan sepatu ku lalu ku lemparkan kepada
orang yang mengendarai motor itu. dan tepat sasaran, sepatu yang kulemparkan
terkena kepalanya, tetapi sayang dia memakai helm. Kemudian, dia berhenti lalu
turun dari motor dan menghampiriku. Kaca helmnya tertutup sehingga aku tidak
bisa mengenali wajahnya.
“hei kamu, kenapa kamu
melemparkan sepatu ini kepada ku”
ucapnya
Aku rasa
suara ini pernah aku dengar, seperti suara si cowok tengik bak badut ancol itu.
“harusnya aku yang Tanya sama kamu, kenapa
kamu sengaja melewati lumpur itu sehingga pakaian ku kotor karena terkena
banyak percikan lumpur. “ balas ku
“oh itu, lumpur itu cocok buat
cewek kaya kamu dan gak cocok kaya orang semacam aku”jawabnya
“sebenarnya kamu ini siapa, kalau berani buka
kaca helmmu. Pasti kamu orang yang sangat menyebalkan dan sombong”ucap ku
“apa kamu bilang barusan, aku orang yang
menyebalkan dan sombong, aku sudah bilang yah sebelumnya, jangan katakana hal
yang gak aku suka” katanya
“oh, aku tau kamu pasti anak baru
itukan, Justin si cowok tengik bak badut ancol?”Tanya aku dengan suara menantan
“Apa kamu bilang?” ucapnya sambil membuka
kaca helm.
“oh ternyata benar, itu kamu,
sungguh si cowok tengik bak badut ancol”
“issh,
kamu.. kamu benar-benar cewek yang gak bisa di kasih ampun” geram lalu pergi.
“hei, sepatu ku mana?” kataku sambil
teriak padanya
“ini sepatu mu, sungguh murahan. Ambil sana”
ucap nya sambil melemparkan sepatu di lumpur
“ish,
dasar cowok tengik, bisanya hanya ngerjain orang”
Kemudian,
aku melanjutkan perjalanan ku pulang kerumah. Sesampai dirumah.
“Luna, darimana kamu habis pulang
dari sekolah, kok bajumu penuh lumpur?”
Tanya mamaku
“enggak kok ma, gak dari
kemana-mana, tadi tuh waktu diperjalanan pulang aku gak sengaja tersanduk batu
lalu jatuh deh ke lumpur”
jawabku
“yah sudah, cepat ganti pakaianmu
lalu makan setelah itu kamu boleh istirahat”kata mama
“baik ma”. jawabku
Setelah
aku ganti pakaian dan makan selanjutnya aku beristirahat dengan pulas. Hehe
Keesokan
harinya..
Aku
terbangun lebih awal untuk berangkat sekolah, sarapan lalu pergi. Sesampai di
sekolah aku langsung ke taman belakang sekolah untuk membaca novel sekaligus
menunggu lonceng berbunyi. Beberapa menit kemudian, lonceng berbunyi. Aku pun
segera masuk kekelas. Setelah di dalam kelas aku merasa aneh, harusnya pagi ini
ada kejutan dari cowok tengik bak badut ancol itu. Tapi kenapa gak ada reaksi
sama sekali pagi ini malah aku melihat dia hanya diam dan menunduk saja.
“Luna!!” sapa keyla
“ada apa key” jawab aku
“kamu dari mana sebelumnya, aku mencarimu
dari tadi” Tanya keyla
“maaf key, tadi aku pergi ketaman buat baca
novel”. Jawab ku
“kapan
sih kamu berhenti membaca, gak juga kamu pintar-pintar amad kan” Tanya Keyla
lagi
“gak
apa-apa, membaca adalah kebiasaanku”
“lupakan
sajalah, eh btw, kenapa yah pangeran berkuda putih ku hari ini kayanya gak
semangat”
“yah
ella,dia kan baru dua hari sekolah disini, mungkin udah bosan kali. Bodoh amad”
“ish,
luna”
Aku
hanya diam dan hanya membaca novel sambil menunggu guru yang akan masuk.
Beberapa saat kemudian, guru masuk tetapi bukan guru yang semestinya ngajar
pada jam ini. ternyata guru wali kelas kami. Kenapa wali kelas kami datang
lagi, atau jangan-jangan ada siswa baru lagi.
“Selamat
pagi anak-anak” sapa wali kelas kami
“pagi
bu’” serempak kami menjawab
“maaf
mengganggu waktunya, ibu ingin memberitahukan kalian semua, kemarin ibu diberi
tahu oleh kepala sekolah kelas kita akan mengadakan penanaman seribu pohon di
hutan gundul sekaligus kita mengadakan kemping bersama tetapi khusus kelas kita
saja, apa ada yang keberatan”
Semua
siswa-siswi kesenangan..
“kapan
diadakannya bu” salah satu siswi bertanya
“Kegiatan
ini diadakan secara dadakan sehingga dilaksanakan nya besok pagi. Nah, karena
dadakan kita hanya melakukan kemping hanya semalam”
“yah
ibu, kok semalam aja sih bu, dua hari lah bu” salah seorang siswi menawar.
“tidak
bisa, ini acara dadakan.. nah karena kegiatannya besok, hari ini kelas kita
tidak melaksanakan proses kegiatan belajar-mengajar. Hari ini kita hanya
mempersiapkan segala sesuatu nya yang akan kita butuhkan nanti di sana, untuk
masalah transportasi nya jangan khawatir”
“Siap
bu” teriak kami semangat.
Semua
siswa-siswi kelasku keluar untuk mempersiapkan segala sesuatunya tanpa kecuali
justin si cowok tengik bak badut ancol, dia hanya diam dan sepertinya sedang
memikirkan sesuatu yang begitu membuat si cowok tengik itu tertekan. Setelah
itu aku hanya melihatnya lalu pergi. Pada saat aku berjalan aku mengingat
ketika tadi dia diam seperti orang yang melamun, ketika dia seperti itu dia
mengingatkan ku pada teman masa kecilku, dengan bentuk wajah sama, ekspresi
wajah sama jika sedang diam. Tetapi itu tidak mungkin, teman masa kecilku telah
pergi ke singapura beberapa tahun lalu untuk menjalankan pengobatan penyakit
yang dideritanya, Aku tidak tau apa penyakit yang diderita oleh teman masa
kecilku itu, dia tidak pernah mengatakan kepadaku tetapi hanya mengatakan
padaku penyakit yang dideritanya adalah penyakit yang parah dan harus di
sembuhkan jika tidak disembuhkan maka dia tidak akan selamat. Ketika saat itu
aku hanya bisa mendoakannya dan merelakan dia pergi ke singapura, dan sejak
saat itu sampai sekarang tidak ada kontak dari dia.
Sambil
memikirkan itu, Keyla menghampiriku dan mengatakan padaku bahwa dia akan
kerumahku setelah pulang sekolah dan menyiapkan barang-barang pribadi
bersama-sama untuk keperluan besok. Yahh, kebiasaan Keyla lah ini, jika ada
acara atau kegiatan sekolah pasti ingin coupelan sama aku, misalnya baju, harus
sama baju dan warna. Jadi, jika kami memakai baju sama dan warna yang sama,
kami dikira saudara kembar. Tapi gak apa-apa, itu membuat aku senang berteman
dengan nya walaupun dia orang nya manja dan sedikit rewel, tapi aku tetap
senang berteman dengan nya.
Setelah
mempersiapkan semua, kami pun dikumpulkan di aula sekolah, “Anak-anak, kalian
telah berusaha mempersiapkan keperluan kita bersama dan sekarang kalian harus
mempersiapkan keperluan pribadi kalian besok, jadi maksud ibu kalian diperbolehkan pulang lebih awal dari
kelas lain untuk mempersiapkan keperluan pribadi kalian” ucap wali kelas kami.
“Baik
bu” serempak kami menjawab sambil bertepuk tangan.
Setelah
itu, aku bersiap-siap pulang, sebelum aku pulang aku melihat justin si cowok
tengik bak badut ancol dia hanya termenuk dan terdiam, seharian ini aku tidak
pernah mendengar dia bicara.
Tiba-tiba
keyla menghampiriku, dan mengatakan ingin pulang bersama dan langsung ke
rumahku untuk mempersiapkan keperluan kami. Aku tidak bisa menolak, aku hanya
bisa mengatakan “ya”. Setelah itu, kami pun pulang bersama, di sepanjang jalan
kami saling bergandengan tangan #so sweet# sambil nyanyi lagu kesukaan kami.
Setiba
di rumahku, aku dan Keyla mempersiapkan segala sesuatunya dengan serempak.
Mulai dari koper kecil, baju tidur, ikat rambut, jaket hampir semuanya sama.
Semuanya telah di persiapkan dan dimasukkan dalam koper.
“Lun,
bawa boneka hungry birds yah, biar couple” Tanya keyla
“Key,
hamper semua barang kita sama, masa pake harus bawa boneka hungry birds segala
sih, kan cuman semalam kan?” jawab ku
“Tapi
Lun, walaupun semalam, aku tetap gak bisa tidur tanpa boneka Hungry Birds nya”
ucap keyla
“Okey
okey, jika itu membuat mu senang, baiklah” jawab ku kembali
“terima
kasih yah lun, kamu adalah couple ku paling the best deh” ucap keyla kembali
Aku
hanya tersenyum dan melihat tingkah manja terhadap ku.
Keesokan
Harinya..
Paginya,
Keyla menjemputku untuk berangkat bersama-sama ke sekolah, dengan pakaian yang
sama plus warnanya sama, kami benar-benar terlihat seperti saudara kembar.
Sesampai di sekolah siswa-siswi berkumpul di luar sekolah dan mulai menaiki
bus. Aku dan Keyla pun hampir saja tertinggal, tapi syukurlah masih mendapat
tempat duduk.
Diperjalanan
menuju tempat kemping, terlebih dahulu kami diberikan arahan oleh wali kelas kami. Setelah di beri arahan kami
pun serempak menyanyikan lagu tentang perjalanan. Aku melihat-lihat wajah
siswa-siswi yang begitu ceriah dan senang kecuali Justin si cowok tengik bak
badut ancol. Ternyata dia ikut juga, tetapi melihat ekspresinya yang beda dari
siswa-siswi lainnya, dia hanya mendengarkan music melalui handphone, dan masih seperti kemarin,
diam dan memikirkan sesuatu.
Beberapa
saat kemudian, kami sampai di lokasi kemping kami, kami pun berbaris dan akan
membentuk sebuah kelompok untuk mendirikan tenda. Setelah terbentuknya beberapa
kelompok, aku dan keyla serta 2 orang lainnya yang sekelompok denganku
bersama-sama mendirikan tenda. Setelah semua telah mendirikan tenda kami pun
dikumpulkan dilapangan untuk memulai kegiatan. Tetapi sebelum memulai kegiatan
Wali kelas bersama memberikan arahan terhadap kami semua.
“Anak-anak,
kita telah sampai ketempat yang kita tuju dengan selamat, untuk memulai
kegiatan ini ibu akan menunjukkan dimana lokasi yang harus ditanami oleh bibit,
lokasinya berada di Utara dari tempat kita kemping. Disini Ibu akan membagikan
kalian bibit untuk ditanam di lokasi tersebut dan ibu juga akan membagi
kelompok, 1 kelompok 3 orang, jika ada yang keberatan silahkan mengajukan. Apa
ada dari kalian yang keberatan” Tanya wali kelas kami.
“enggak
ada bu” serempak kami menjawab.
Setelah
di bagi beberapa kelompok, sekarang giliran ku untuk mendapat kelompok,
ternyata aku satu kelompok dengan Keyla dan Justin si cowok tengik bak badut
ancol. Kami bertiga pun menuju ke lokasi untuk menanam bibit. Aku dan Keyla
pergi duluan dan justin menyusul belakangan karena jalannya yang begitu tidak
semangat dan lambat. Karena begitu lambatnya dia tertinggal jauh, ketika aku
dan Keyla melihat kebelakang. Aku bertanya kepada Keyla “Dimana dia?”, “siapa”
jawab Keyla, “Siapa lagi, kalau bukan Pangeran berkuda putihmu” ucap ku, “oh,
aku tidak tau, Lun, kembali yuk, siapa tau Pangeran Berkuda Putih ku tersesat”
Tanya nya, “mana mungkin, dia tuh laki-laki gak mungkin semudah itu tersesat.”
Ucap ku lagi. “Tapi Lun, dia kan gak tau tempat ini, ayolah lun kita kembali”
Katanya kembali. “Okey okey kita kembali” kataku ..
Hanya
beberapa langkah untuk kembali si cowok tengik bak badut ancol pun muncul ..
“Key,
itu dia. Sekarang kamu tidak khawatir lagi kan tentang Pangeran Berkuda Putih mu itu ” kataku
“Iya
Lun, Tapi kok jalannya kaya orang kurang sehat” ucap Keyla
“Mungkin
dia kecapean kali. Ahh, gak usah diurusin” kataku lagi
Dengan
lambatnya dia berjalan, dan di situ aku muak menunggu dia.
“Hei
kamu, kamu gak bisa berjalan sedikit lebih cepat tidak” ucapku teriak pada si
cowok tengik bak badut ancol.
Tetapi
dia tetap berjalan lambat dan selalu menundukkan kepala. Aku mulai tak tahan
aku pun menghampirinya dengan ekspresi yang tidak enak.
“Hei,
apa kamu tidak dengar apa yang aku bilang, mengapa kamu berjalan terlalu lambat
dan selalu menundukkan kepala” kataku padanya
Dia
hanya mengucapkan “Maaf” dengan nada yang begitu rendah
“Apa,
maaf.. begitu mudahnya kamu mengucapkan kata maaf, aku tidak butuh kata maaf,
aku hanya butuh kamu agar jalanmu agak sedikit cepat” kataku dengan nada
tinggi.
“Aku
tidak tahan lagi! Maaf” katanya dengan suara lemas
“Apa
maksud mu, aku tidak mengerti, bisakah kamu mengangkat kepalamu” kataku lagi
dengan sedikit khawatir.
Tiba-tiba
dia mengangkat kepalanya, melihat wajahnya aku pun terkejut.
“ka..ka..kamu.
ada apa dengan mu, apa yang telah terjadi?” Tanya aku dengan gagap
“Maaf,
Aku tidak…..” jawab nya tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.
“Hei
kamu kenapa, kenapa mukamu pucat sekali, hey hey jawab aku” kataku berulang
kali.
Tetapi
dia tetap tidak sadar. Keyla pun menghampiri kami, “ada apa ini” dengan suara
gemetaran.
“cepat
panggil yang lain, dia sekarang butuh pertolongan , cepat key “ pinta ku.
“baiklah “ katanya.
Beberapa
saat kemudian, dia di bawa ke rumah sakit dan langsung diperiksa oleh dokter,
Aku dan yang lainnya cemas menunggu keterangan dari dokter. Setelah beberapa
menit kemudian, hasil pemeriksaan dokter telah keluar, dokter mengatakan
“dimana orang tuanya”, wali kelas ku pun mengatakan “orang tuanya masih di
jalan dok, sebentar lagi akan tiba” .
Berselang
beberapa menit aku melihat orang tuanya berjalan dengan khawatirnya dari
kejauhan. Mulai mendekat, aku mulai mengenal kedua wajah orang tua itu. seperti orang yang dulu dekat dengan ku, yah
aku mengenalnya, dengan mata berkaca-kaca melihat orang tua itu lewat didepan
ku dengan terburu-buru. “PAMAN BIBI” ucap ku.
Lalu
kedua orang tua itu berhenti, lalu berbalik ke hadapan ku “Apa kau mengenalku”
kata paman.
“Apa
kalian tidak mengenali ku, beberapa tahun lalu ada seorang anak kecil yang
akrab bermain dengan anak kalian dan kalian berdua menjuluki ku si anak anjing
lincah, apa kalian masih ingat” kataku
“Apa
kau, Nana si Anjing lincah itu” kata paman.
“yah paman,
aku Nana” kataku lagi
“Nana,
kamu benar Nana, gadis kecil imut beberapa tahun lalu tumbuh menjadi gadis
dewasa yang cantik”
“yah,
paman.” Ucap ku dengan rasa haru
“
Ngomong-ngomong ngapain paman dan bibi datang kerumah sakit” ucap ku lagi
“Paman
dan bibi kesini karena mendengar bahwa nino masuk kerumah sakit” ucap paman.
“Nino,
Nino masuk rumah sakit. Dimana dia sekarang paman?” Tanya ku dengan rasa
khawatir.
Tiba-tiba
wali kelas ku datang dan mengatakan “Permisi, Bapak dan Ibu sebagai orang tua
Justin di cari oleh dokter di ruangannya tadi, harap bapak dan ibu bisa menemuinya”
Aku
terkejut, “Apa”. “Apakah paman dan bibi adalah orang tua Justin” Tanya aku
“Apa
selama ini kamu tidak tau tentang Justin, Justin adalah Nino” ucap bibi.
“Apa,
jadi selama ini dugaan ku itu semua nya
benar, Justin adalah teman masa kecilku, dia adalah Nino. Trus, apa penyakit
nya kambuh lagi ” Tanya aku.
“Sepertinya
begitu, kemarin ketika dia memeriksa ke dokter, kata dokter penyakit nya muncul
lagi dan telah mencapai stadium 3. Paman dan Bibi tidak tau harus bagaimana
lagi, kami kira setelah berobat di Singapura penyakitnya tidak akan muncul
lagi, dan ternyata muncul kembali” ucap bibi sambil menangis
“Jadi,
kemarin dia diam saja, itu karena masalah penyakit itu kambuh lagi dan telah
mencapai stadium 3 paman bibi” ucapku langsung terjatuh
Tiba-tiba
suster dari kamar justin keluar, “kalian boleh menjenguk nya, tapi jangan
berisik”
“ Paman
Bibi, apa kalian mau masuk” Tanya ku pada mereka
“ya,
kami ingin sekali, apa kamu mau ikut” jawab mereka
“benarkah,
yah aku mau paman bibi” jawabku dan langsung masuk ke ruangan
Ketika
aku masuk, aku melihatnya teman masa kecil ku terbaring lemah dan tak berdaya
sedang melawan maut.
“Na,
kami pergi menemui dokter dulu yaah, kamu bisa kan temani dia disini” kata paman.
“terus,
yang lain mana paman” Tanya ku
“mereka
sudah pergi, bilangnya sih mengemas barang-barang” kataa paman lagi
“Baiklah,
aku akan menemaninya disini, paman dan bibi jangan khawatir” ucapku
“syukurlah
ada kamu disini, Paman dan bibi tinggal dulu yah” kata paman.
Setelah
Paman dan Bibi keluar, aku kembali menatap teman semasa kecilku itu, lalu
mendekatinya “Mengapa aku tidak tau dari awal, jika aku tau itu adalah kamu,
aku pasrah jika kamu mengerjaiku sepuasnya, Dimana wajah sombong yang pernah
buat aku kesal, dimana wajah si cowok tengik bak badut ancol itu” teriak aku
sambil menangis
“Apa
kamu bisa bangun, jika kamu bangun aku bisa ngerjain aku dengan akal jail mu
itu dengan sepuasmu. Tapi, please, bangun demi teman lama yang merindukanmu”
kataku lagi sambil terjatuh.
Aku
hanya bisa menangis dan berdoa disini untuk mu, Jika kau sadar aku nanti aku
menjadi teman yang paling perfect untuk mu.
Sebagai
teman yang baik, aku akan selalu menunggu mu.
Tiba-tiba
Paman dan Bibi datang, “Paman Bibi, apa yang dikatakan dokter” Tanya aku.
“Oh
tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja” kata paman.
Aku
melihat bibi “Bibi, bibi mengapa menangis, katanya tidak terjadi apa-apa.”
Tanya ku kepada bibi
“Paman,
katanya tidak terjadi apa-apa, tapi mengapa bibi menangis, sebenarnya apa
penyakit yang diderita nino paman” Tanya aku lagi kepada paman dengan rasa
khawatir.
Paman
tidak menjawab apa penyakit yang diderita oleh Justin.
“Sudahlah
Nana, kamu tidak usah khawatir, bibi hanya menangis biasa, lebih baik kamu
pulang, ini sudah larut malam” pinta paman seperti menahan tangis
“Baiklah
paman, besok pagi-pagi sebelum berangkat sekolah aku akan kesini” kataku.
Keesokan
Harinya ..
Aku
bangun pagi-pagi sekali, untuk membuat makanan untuk Paman dan Bibi lalu berangkat
ke rumah sakit, Setiba aku di Rumah sakit, aku menuju ke ruangan dimana Justin
dirawat, ketika aku masuk keruangan Justin, tiba-tiba aku terkejut. Ruangannya
bersih dan tidak ada sama sekali seorang pun disana. Aku pikir, mungkinkah Nino
sudah sadar, Ketika aku berpikir tentang
itu, aku langsung mencari alamat Justin, dan kemudian aku menemukan alamatnya,
akupun segera menuju ke alamat tersebut. Setelah sampai di alamat tersebut, aku
merasa ada yang aneh, benarkah ini rumahnya Justin, mengapa banyak orang disini
memakai baju hitam dan terdapat bendera warna kuning, “apa benar ini Rumah
Justin” kataku dalam hati.
Ketika
aku melangkahkan kaki ku masuk ke rumah itu dicampur dengan perasaan yang tak
enak, setiba didepan pintu rumah nya, aku melihat Bibi menangis disamping
Jenazah yang ditutupi kain. “Bibi Paman” kataku.
“dimana
Nino?” kataku lagi
Tidak
ada jawaban, hanya ada tangisan dan penyesalan disana.
“Paman
bibi, dimana Nino” Tanya ku sambil gemetaran
“Na,
Nino telah tiada, dia Meniggal tadi malam” jawab Paman sambil menahan tangis.

Aku
terkejut dan tanpa sadar makanan yang ku bawa terjatuh, aku mulai melangkahkan
kaki ku disamping jenazah teman semasa kecilku, karena melihatnya, aku tidak
bisa menahan tangisku. “Mengapa seperti ini” ucapku sambil menangis.
Aku
Hanya bisa berdoa dan Menangis untuknya, beberapa saat kemudian, Jenazah nya
pun diangkat dan akan dikuburkan, aku tak kuasa untuk berhenti menangis,
melihatnya. “Teman semasa kecilku Nino, maafkan aku, Kau adalah teman baikku,
Kuharap kau bahagia disana” bisikku sambil menangis.
Tema :
Teman Semasa kecilku
Maaf kalo cerpennya enggak menarik dan bagus
Jika ingin lebih banyak membaca Cerpen just klik here
#SEKIAN
0 komentar:
Posting Komentar