Rabu, 03 Oktober 2012

DIA DAN AKU|Cerpen saya


Cerpen

By. Devi Septianingsi/ IXc

Judul : Dia dan Aku


Kriiiingg.. Kriiiingg… Kriiing...

Terdengar Lonceng sekolahku berbunyi, semua siswa-siswi sekolah Nusa Bakti II masuk ke kelas termasuk aku. Namaku adalah luna, Aku adalah siswi Nusa Bakti II. Kegemaran ku adalah membaca. sebelum lonceng sekolah  berbunyi aku selalu menyempatkan diri untuk membaca buku di taman belakang sekolahku. Setelah aku mendengar lonceng berbunyi dengan sangat lamban nya aku berjalan sambil membaca buku menuju kekelas. Walaupun aku suka membaca buku pelajaran bukan berarti aku menyukai semua buku pelajaran. Ada pelajaran yang paling aku gak sukai, yaitu biologi. Yah, mungkin karena guru nya yang super duper galak  plus nyebelin atau karena keseringan praktek. Huffft, sungguh gak seneng sama pelajaran Biologi.

 Setelah tiba dikelas aku pun duduk di tempat ku sambil melanjutkan membaca buku, tiba-tiba wali kelas ku datang kekelas dan menginformasikan kepada kami semua .

Anak-anak, kita telah kedatangan siswa baru, dia pindahan dari Jakarta, dan dia pindah kesini karena mengikuti bisnis orang tuanya, ibu harap kalian bisa menjadi teman disini”

“iya bu” jawab dengan serempak .

“nah, ini dia teman baru kita. Nak silahkan masuk kekelas baru mu ini” pinta guru wali kelas kami.

Dengan seketika, lelaki itu masuk. Ketika melihatnya aku merasa wajah itu tak asing lagi bagiku, wajah nya mengingatkan ku dengan teman masa kecilku, tetapi melihat gayanya yang begitu sombong  ketika masuk kelas aku merasa dia bukan teman masa kecilku. Dan aku berkata dengan suara berbisik “mungkinkah dia”, tetapi aku tidak percaya dan hanya menggelengkan kepala “ bukan dia, mana mungkin dia, yang aku tau teman masa kecil ku hanya lah orang sederhana dan ramah terhadap ku, tetapi melihat gaya lelaki ini seperti orang sombong karena dia seorang anak konglongmerat dan ketampanannya” kataku berbisik sendiri.

Setelah itu, lelaki itu memperkenalkan dirinya dihadapan kami semua, dengan gaya sombong nya dia mengatakan “ hello, selamat pagi guys.. perkenalkan nama gue justin, gue pindahan dari Jakarta”. Tanpa mengucapkan terima kasih dia langsung jalan dan menuju bangku kosong yang berada di belakang bangkuku dan langsung duduk. “ hah, gak ada yang nyuruh duduk, kok malah duduk seenaknya” bisikku.

Ketika itu aku melihat para gadis dikelas ku memperhatikan nya dengan mata berkaca-kaca. Dan aku pun mendengar salah satu dari mereka yang tepatnya adalah teman baikku, keyla, yang duduk disamping bangkuku dia berbisik kepada ku

“ lun, lihat deh cowok di belakang bangku mu, tampan banget, aku aja gak bisa ngedip melihat wajahnya yang begitu tampan, sangking tampannya dia tuh seperti malaikat turun dari surga. Pokoknya dia tuh cowok super duper perfect , dan sekarang dia adalah pangeran berkuda putih ku ”. ucap Keyla

Aku hanya bisa menggeleng dan menjawab “ iya sih, aku akui dia memang tampan, tetapi melihat gayanya yang begitu sombong menurut ku dia sama saja seperti badut ancol yang hanya menunjukkan antraksi anehnya itu”.

Tanpa sadar aku telah mengucapkan dia telah mendengar bisikan ku.

Dengan suara yang menantang dia teriak pada ku” hei kamu, apa yang baru saja kamu katakan tentang  ku”

“oh, ternyata kamu mendengarnya juga, baguslah kamu mendengar. Biar kamu tahu bagaimana harusnya rupa aslimu”ucapku

“apa maksudmu” tanyanya

“bukannya tadi kamu mendengarnya, apa harus aku ulangi lagi. Okey, jika kamu mau dengar  lagi yang barusan aku bilang, aku akan katakan, KAMU TUH SEPERTI BADUT ANCOL YANG HANYA MENUNJUKKAN ANTRAKSI YANG ANEH DAN KONYOL, sekarang kamu puas!! ” kataku

“ka,..ka.. mu sungguh…….” jawabnya dengan nada yang geram sambil mengeram tangannya, tetapi tiba-tiba –

“stop-stop.. jangan bertengkar.. Luna, harusnya kamu harus bersikap baik terhadap teman barumu ini” sambung wali kelasku.

iya bu” jawab ku dengan nada rendah dan duduk.

baiklah kalo begitu, ibu harus kembali ke ruang guru banyak tugas yang harus diselesaikan, dan kamu justin, ibu mewakili luna untuk minta maaf, mungkin kamu bisa memakluminya” katanya.

“baiklah, kali ini saya akan memakluminya. Dan tolong yah bu’ jika sekali-kali dia mengganggu saya, tolong berikan orang ini saksi,hmm, misalnya mencuci wc atau di jemur dilapangan bu’, karena saya tidak suka mendengar kata-kata yang tidak seharusnya ada pada diri saya seperti dikatan gadis ini tadi”dengan suara licik.

“oke, oke, justin, silahkan duduk kembali di kursimu dan ibu jamin, tidak akan ada kejadian seperti tadi” pinta wali kelasku.

“ haah, emang dia raja, bisa diturutin semua yang dia minta, dia hanya siswa baru  yang lama-kelamaan juga pasti menjadi siswa lam di sekolah ini” kataku dalam hati.

Setelah itu, wali kelas kami pun keluar. Sebelum keluar wali kelas kami mengatakan bahwa guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas ini sedang cuti karena ada urusan. Jadi, kami di suruh untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru  bahasa Indonesia.

Berselang beberapa menit kemudian, terdengar bunyi lonceng yang bertanda waktu untuk berisitirahat. Aku pun keluar bersama temanku keyla, untuk berbelanja sambil memegang buku yang akan kembali aku baca. Rencana ku sih , setelah aku membeli sebotol minuman dan sebungkus roti lalu pergi ketaman dibelakang sekolah ku untuk membaca, tetapi rencana itu dihancurkan sama justin si cowok tengik itu.

Waktu aku membeli minuman di kantin, lalu aku mencari tempat duduk bersama keyla.

“lun, kita duduk disana aja” pinta keyla sambil menunjuk meja yang masih kosong.

“baiklah” jawab ku.

Tetapi, perasaan ku sedikit tidak enak melihat meja itu masih kosong. Setelah aku duduk di kursi tanpa melihat keadaan kursi itu, aku merasa aneh, mengapa kursi ini begitu licin saat aku duduki. Sepeti ada sesuatu di kursi ini. aku pun berdiri dan melihat keadaan kursi yang aku duduki. Dengan sangat kaget nya aku melihat banyak sekali sambel yang ada di kursi itu.

“siapa yang berani-berani menaruh dan menumpahkan sambel di kursi ini” memukul meja sambil melihat  siswa-siswi yang berada di kantin

Tiba-tiba…

“Aku” sambil mengangkat satu tangan.

Ternyata Justin, OMG cowok tengik itu lagi.

“Aku, kenapa” katanya.

“Oh, ternyata kamu, cowok tengik bak badut ancol itu yah, kenapa kamu ngelakuin ini? haaah??” jalan menuju tempat dia.

Uh Sangat memalukan, rok yang penuh sambel plus di tertawakan oleh semua siswa-siswi yang ada di kantin itu. itu sungguh memalukan.

“kamu bilang kenapa!, asal kamu tau yah, ini adalah balasan akibat orang yang udah mengatakan hal yang tidak aku sukai, dan sekali lagi aku dengar kamu bilang kaya tadi , aku akan memberikan kejutan yang lebih seru lagi dari yang terjadi sekarang”ucap Justin

“hah, apa kamu bilang kejutan yang lebih seru, itu tidak akan pernah terjadi padaku lagi” jawabku

“benarkah, kita lihat saja nanti, apa ucapan mu yang benar atau aku”jawabnya dengan suara menantang

Dengan wajah yang kesal aku pun pergi dan membersihkan rok ku di toilet.

Untuk hari, adalah hari yang paling sial aku temui, di kerjain sama cowok tengik bak badut ancol yang super duper nyebelin padahal  baru masuk udah buat onar. Ish, rencana buat baca buku ditaman gagal dehh.. L

lonceng masuk kelas berbunyi, aku dengan buru-burunya mencuci rokku di toilet, tetapi belum selesai aku mengeringkan nya, padahal sekarang waku nya jam pelajaran yang aku benci (IPA BIOLOGI).  Dengan cepatnya aku mengerikannya. Setelah itu aku buru-buru ke kelas walaupun agak terlambat masuk, padahal rokku masih belum kering. Setiba aku di depan kelas, aku melihat gurunya sudah ada yang lagi menerangkan pelajaran , pikirku sejenak “guru ini kan paling gak suka kalau siswa-siswi yang lambat masuk pada jam pelajarannya”. Tetapi dengan berani nya aku mengetuk pintu

permisi pak, maaf saya terlambat tadi saya habis ke toilet, apa saya boleh masuk?” dengan berani dicampur rasa takut.

Tetapi tidak ada jawaban, guru itu hanya serius menjelaskan pelajaran, dan aku kembali mengatakan hal yang sama hingga beberapa kali. Tiba-tiba, guru itu muak mendengar perkataan ku dan menghampiriku di luar kelas.

Hei kamu, kamu tau gak, saya cape dengar kamu mengatakan hal itu daritadi. Bukannya kamu sudah tau kalau saya paling tidak suka ada siswa yang lambat masuk kelas pada waktu pelajaraan saya” dengan suara yang tinggi dan menakutkan.” tegurnya

maafkan saya pak” kataku dan menunduk.

maaf maaf. !! okey, sebagai balasnya kamu harus berdiri di depan tiang bendera selama waktu pelajaraan saya dikelas ini”

sekarang pak?”

yah, dimulai dari sekarang. Cepat kerjakan atau kamu mau saya suruh untuk keliling lapangan sampai pulangan sekolahan nanti”

“jangan-jangan pak, baiklah saya lakukan” kataku dan berbalik.

Setelah itu aku pun berdiri di depan tiang bendera, beberapa menit aku berdiri sungguh begitu panas dan peggal kakiku, sungguh hari ini, hari yang sangat melelahkan. Kemudian, beberapa saat kemudian, waktu pelajaraan Ipa Biologi telah habis dan disusul dengan lonceng pulang sekolah. Waktu hukuman yang diberikan telah habis dan aku boleh pulang.

Aku pun segera kekelas untuk mengambil tasku dan segera pulang untuk beristirahat, tanpa mempedulikan keyla yang ingin pulang bersamaku.

Waktu diperjalanan pulang, aku berjalan tanpa melihat ada lumpur di sampingku. Tiba-tiba dari belakang ku ada motor yang menyerbu dan sengaja melewati lumpur, sehingga aku terkena banyak percikan lumpur itu,pakaian ku sangat kotor, itu membuat ku sangat kesal dan kemudian aku melepaskan sepatu ku lalu ku lemparkan kepada orang yang mengendarai motor itu. dan tepat sasaran, sepatu yang kulemparkan terkena kepalanya, tetapi sayang dia memakai helm. Kemudian, dia berhenti lalu turun dari motor dan menghampiriku. Kaca helmnya tertutup sehingga aku tidak bisa mengenali wajahnya.

“hei kamu, kenapa kamu melemparkan sepatu ini kepada ku” ucapnya

Aku rasa suara ini pernah aku dengar, seperti suara si cowok tengik bak badut ancol itu.

harusnya aku yang Tanya sama kamu, kenapa kamu sengaja melewati lumpur itu sehingga pakaian ku kotor karena terkena banyak percikan lumpur. “ balas ku

“oh itu, lumpur itu cocok buat cewek kaya kamu dan gak cocok kaya orang semacam aku”jawabnya

sebenarnya kamu ini siapa, kalau berani buka kaca helmmu. Pasti kamu orang yang sangat menyebalkan dan sombong”ucap ku

apa kamu bilang barusan, aku orang yang menyebalkan dan sombong, aku sudah bilang yah sebelumnya, jangan katakana hal yang gak aku suka” katanya

“oh, aku tau kamu pasti anak baru itukan, Justin si cowok tengik bak badut ancol?”Tanya aku dengan suara menantan

Apa kamu bilang?” ucapnya sambil membuka kaca helm.

“oh ternyata benar, itu kamu, sungguh si cowok tengik bak badut ancol”

“issh, kamu.. kamu benar-benar cewek yang gak bisa di kasih ampun” geram lalu pergi.

hei, sepatu ku mana?” kataku sambil teriak padanya

ini sepatu mu, sungguh murahan. Ambil sana” ucap nya sambil melemparkan sepatu di lumpur

“ish, dasar cowok tengik, bisanya hanya ngerjain orang”

Kemudian, aku melanjutkan perjalanan ku pulang kerumah. Sesampai dirumah.

“Luna, darimana kamu habis pulang dari sekolah, kok bajumu penuh lumpur?” Tanya mamaku

“enggak kok ma, gak dari kemana-mana, tadi tuh waktu diperjalanan pulang aku gak sengaja tersanduk batu lalu jatuh deh ke lumpur” jawabku

“yah sudah, cepat ganti pakaianmu lalu makan setelah itu kamu boleh istirahat”kata mama

baik ma”. jawabku

Setelah aku ganti pakaian dan makan selanjutnya aku beristirahat dengan pulas. Hehe

Keesokan harinya..

Aku terbangun lebih awal untuk berangkat sekolah, sarapan lalu pergi. Sesampai di sekolah aku langsung ke taman belakang sekolah untuk membaca novel sekaligus menunggu lonceng berbunyi. Beberapa menit kemudian, lonceng berbunyi. Aku pun segera masuk kekelas. Setelah di dalam kelas aku merasa aneh, harusnya pagi ini ada kejutan dari cowok tengik bak badut ancol itu. Tapi kenapa gak ada reaksi sama sekali pagi ini malah aku melihat dia hanya diam dan menunduk saja.

“Luna!!” sapa keyla

ada apa key” jawab aku

kamu dari mana sebelumnya, aku mencarimu dari tadi” Tanya keyla

maaf key, tadi aku pergi ketaman buat baca novel”. Jawab ku

“kapan sih kamu berhenti membaca, gak juga kamu pintar-pintar amad kan” Tanya Keyla lagi

“gak apa-apa, membaca adalah kebiasaanku”

“lupakan sajalah, eh btw, kenapa yah pangeran berkuda putih ku hari ini kayanya gak semangat”

“yah ella,dia kan baru dua hari sekolah disini, mungkin udah bosan kali. Bodoh amad”

“ish, luna”

Aku hanya diam dan hanya membaca novel sambil menunggu guru yang akan masuk. Beberapa saat kemudian, guru masuk tetapi bukan guru yang semestinya ngajar pada jam ini. ternyata guru wali kelas kami. Kenapa wali kelas kami datang lagi, atau jangan-jangan ada siswa baru lagi.

“Selamat pagi anak-anak” sapa wali kelas kami

“pagi bu’” serempak kami menjawab

“maaf mengganggu waktunya, ibu ingin memberitahukan kalian semua, kemarin ibu diberi tahu oleh kepala sekolah kelas kita akan mengadakan penanaman seribu pohon di hutan gundul sekaligus kita mengadakan kemping bersama tetapi khusus kelas kita saja, apa ada yang keberatan”

Semua siswa-siswi kesenangan..

“kapan diadakannya bu” salah satu siswi bertanya

“Kegiatan ini diadakan secara dadakan sehingga dilaksanakan nya besok pagi. Nah, karena dadakan kita hanya melakukan kemping hanya semalam”

“yah ibu, kok semalam aja sih bu, dua hari lah bu” salah seorang siswi menawar.

“tidak bisa, ini acara dadakan.. nah karena kegiatannya besok, hari ini kelas kita tidak melaksanakan proses kegiatan belajar-mengajar. Hari ini kita hanya mempersiapkan segala sesuatu nya yang akan kita butuhkan nanti di sana, untuk masalah transportasi nya jangan khawatir”

“Siap bu” teriak kami semangat.

Semua siswa-siswi kelasku keluar untuk mempersiapkan segala sesuatunya tanpa kecuali justin si cowok tengik bak badut ancol, dia hanya diam dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu yang begitu membuat si cowok tengik itu tertekan. Setelah itu aku hanya melihatnya lalu pergi. Pada saat aku berjalan aku mengingat ketika tadi dia diam seperti orang yang melamun, ketika dia seperti itu dia mengingatkan ku pada teman masa kecilku, dengan bentuk wajah sama, ekspresi wajah sama jika sedang diam. Tetapi itu tidak mungkin, teman masa kecilku telah pergi ke singapura beberapa tahun lalu untuk menjalankan pengobatan penyakit yang dideritanya, Aku tidak tau apa penyakit yang diderita oleh teman masa kecilku itu, dia tidak pernah mengatakan kepadaku tetapi hanya mengatakan padaku penyakit yang dideritanya adalah penyakit yang parah dan harus di sembuhkan jika tidak disembuhkan maka dia tidak akan selamat. Ketika saat itu aku hanya bisa mendoakannya dan merelakan dia pergi ke singapura, dan sejak saat itu sampai sekarang tidak ada kontak dari dia.

Sambil memikirkan itu, Keyla menghampiriku dan mengatakan padaku bahwa dia akan kerumahku setelah pulang sekolah dan menyiapkan barang-barang pribadi bersama-sama untuk keperluan besok. Yahh, kebiasaan Keyla lah ini, jika ada acara atau kegiatan sekolah pasti ingin coupelan sama aku, misalnya baju, harus sama baju dan warna. Jadi, jika kami memakai baju sama dan warna yang sama, kami dikira saudara kembar. Tapi gak apa-apa, itu membuat aku senang berteman dengan nya walaupun dia orang nya manja dan sedikit rewel, tapi aku tetap senang berteman dengan nya.

Setelah mempersiapkan semua, kami pun dikumpulkan di aula sekolah, “Anak-anak, kalian telah berusaha mempersiapkan keperluan kita bersama dan sekarang kalian harus mempersiapkan keperluan pribadi kalian besok, jadi maksud ibu  kalian diperbolehkan pulang lebih awal dari kelas lain untuk mempersiapkan keperluan pribadi kalian” ucap wali kelas kami.

“Baik bu” serempak kami menjawab sambil bertepuk tangan.

Setelah itu, aku bersiap-siap pulang, sebelum aku pulang aku melihat justin si cowok tengik bak badut ancol dia hanya termenuk dan terdiam, seharian ini aku tidak pernah mendengar dia bicara.

Tiba-tiba keyla menghampiriku, dan mengatakan ingin pulang bersama dan langsung ke rumahku untuk mempersiapkan keperluan kami. Aku tidak bisa menolak, aku hanya bisa mengatakan “ya”. Setelah itu, kami pun pulang bersama, di sepanjang jalan kami saling bergandengan tangan #so sweet# sambil nyanyi lagu kesukaan kami.

Setiba di rumahku, aku dan Keyla mempersiapkan segala sesuatunya dengan serempak. Mulai dari koper kecil, baju tidur, ikat rambut, jaket hampir semuanya sama. Semuanya telah di persiapkan dan dimasukkan dalam koper.

“Lun, bawa boneka hungry birds yah, biar couple” Tanya keyla

“Key, hamper semua barang kita sama, masa pake harus bawa boneka hungry birds segala sih, kan cuman semalam kan?” jawab ku

“Tapi Lun, walaupun semalam, aku tetap gak bisa tidur tanpa boneka Hungry Birds nya” ucap keyla

“Okey okey, jika itu membuat mu senang, baiklah” jawab ku kembali

“terima kasih yah lun, kamu adalah couple ku paling the best deh” ucap keyla kembali

Aku hanya tersenyum dan melihat tingkah manja terhadap ku.

Keesokan Harinya..

Paginya, Keyla menjemputku untuk berangkat bersama-sama ke sekolah, dengan pakaian yang sama plus warnanya sama, kami benar-benar terlihat seperti saudara kembar. Sesampai di sekolah siswa-siswi berkumpul di luar sekolah dan mulai menaiki bus. Aku dan Keyla pun hampir saja tertinggal, tapi syukurlah masih mendapat tempat duduk.

Diperjalanan menuju tempat kemping, terlebih dahulu kami diberikan arahan oleh  wali kelas kami. Setelah di beri arahan kami pun serempak menyanyikan lagu tentang perjalanan. Aku melihat-lihat wajah siswa-siswi yang begitu ceriah dan senang kecuali Justin si cowok tengik bak badut ancol. Ternyata dia ikut juga, tetapi melihat ekspresinya yang beda dari siswa-siswi lainnya, dia hanya mendengarkan music  melalui handphone, dan masih seperti kemarin, diam dan memikirkan sesuatu.

Beberapa saat kemudian, kami sampai di lokasi kemping kami, kami pun berbaris dan akan membentuk sebuah kelompok untuk mendirikan tenda. Setelah terbentuknya beberapa kelompok, aku dan keyla serta 2 orang lainnya yang sekelompok denganku bersama-sama mendirikan tenda. Setelah semua telah mendirikan tenda kami pun dikumpulkan dilapangan untuk memulai kegiatan. Tetapi sebelum memulai kegiatan Wali kelas bersama memberikan arahan terhadap kami semua.

“Anak-anak, kita telah sampai ketempat yang kita tuju dengan selamat, untuk memulai kegiatan ini ibu akan menunjukkan dimana lokasi yang harus ditanami oleh bibit, lokasinya berada di Utara dari tempat kita kemping. Disini Ibu akan membagikan kalian bibit untuk ditanam di lokasi tersebut dan ibu juga akan membagi kelompok, 1 kelompok 3 orang, jika ada yang keberatan silahkan mengajukan. Apa ada dari kalian yang keberatan” Tanya wali kelas kami.

“enggak ada bu” serempak kami menjawab.

Setelah di bagi beberapa kelompok, sekarang giliran ku untuk mendapat kelompok, ternyata aku satu kelompok dengan Keyla dan Justin si cowok tengik bak badut ancol. Kami bertiga pun menuju ke lokasi untuk menanam bibit. Aku dan Keyla pergi duluan dan justin menyusul belakangan karena jalannya yang begitu tidak semangat dan lambat. Karena begitu lambatnya dia tertinggal jauh, ketika aku dan Keyla melihat kebelakang. Aku bertanya kepada Keyla “Dimana dia?”, “siapa” jawab Keyla, “Siapa lagi, kalau bukan Pangeran berkuda putihmu” ucap ku, “oh, aku tidak tau, Lun, kembali yuk, siapa tau Pangeran Berkuda Putih ku tersesat” Tanya nya, “mana mungkin, dia tuh laki-laki gak mungkin semudah itu tersesat.” Ucap ku lagi. “Tapi Lun, dia kan gak tau tempat ini, ayolah lun kita kembali” Katanya kembali. “Okey okey kita kembali” kataku ..

Hanya beberapa langkah untuk kembali si cowok tengik bak badut ancol pun muncul ..

“Key, itu dia. Sekarang kamu tidak khawatir lagi kan tentang  Pangeran Berkuda Putih mu itu ” kataku

“Iya Lun, Tapi kok jalannya kaya orang kurang sehat” ucap Keyla

“Mungkin dia kecapean kali. Ahh, gak usah diurusin” kataku lagi

Dengan lambatnya dia berjalan, dan di situ aku muak menunggu dia.

“Hei kamu, kamu gak bisa berjalan sedikit lebih cepat tidak” ucapku teriak pada si cowok tengik bak badut ancol.

Tetapi dia tetap berjalan lambat dan selalu menundukkan kepala. Aku mulai tak tahan aku pun menghampirinya dengan ekspresi yang tidak enak.

“Hei, apa kamu tidak dengar apa yang aku bilang, mengapa kamu berjalan terlalu lambat dan selalu menundukkan kepala” kataku padanya

Dia hanya mengucapkan “Maaf” dengan nada yang begitu rendah

“Apa, maaf.. begitu mudahnya kamu mengucapkan kata maaf, aku tidak butuh kata maaf, aku hanya butuh kamu agar jalanmu agak sedikit cepat” kataku dengan nada tinggi.

“Aku tidak tahan lagi! Maaf” katanya dengan suara lemas

“Apa maksud mu, aku tidak mengerti, bisakah kamu mengangkat kepalamu” kataku lagi dengan sedikit khawatir.

Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya, melihat wajahnya aku pun terkejut.

“ka..ka..kamu. ada apa dengan mu, apa yang telah terjadi?” Tanya aku dengan gagap

“Maaf, Aku tidak…..” jawab nya tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.

“Hei kamu kenapa, kenapa mukamu pucat sekali, hey hey jawab aku” kataku berulang kali.

Tetapi dia tetap tidak sadar. Keyla pun menghampiri kami, “ada apa ini” dengan suara gemetaran.

“cepat panggil yang lain, dia sekarang butuh pertolongan , cepat key “ pinta ku. “baiklah “ katanya.

Beberapa saat kemudian, dia di bawa ke rumah sakit dan langsung diperiksa oleh dokter, Aku dan yang lainnya cemas menunggu keterangan dari dokter. Setelah beberapa menit kemudian, hasil pemeriksaan dokter telah keluar, dokter mengatakan “dimana orang tuanya”, wali kelas ku pun mengatakan “orang tuanya masih di jalan dok, sebentar lagi akan tiba” .

Berselang beberapa menit aku melihat orang tuanya berjalan dengan khawatirnya dari kejauhan. Mulai mendekat, aku mulai mengenal kedua wajah orang tua itu.  seperti orang yang dulu dekat dengan ku, yah aku mengenalnya, dengan mata berkaca-kaca melihat orang tua itu lewat didepan ku dengan terburu-buru. “PAMAN BIBI” ucap ku.

Lalu kedua orang tua itu berhenti, lalu berbalik ke hadapan ku “Apa kau mengenalku” kata paman.

“Apa kalian tidak mengenali ku, beberapa tahun lalu ada seorang anak kecil yang akrab bermain dengan anak kalian dan kalian berdua menjuluki ku si anak anjing lincah, apa kalian masih ingat” kataku

“Apa kau, Nana si Anjing lincah itu” kata paman.

“yah paman, aku Nana” kataku lagi

“Nana, kamu benar Nana, gadis kecil imut beberapa tahun lalu tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik”

“yah, paman.” Ucap ku dengan rasa haru

“ Ngomong-ngomong ngapain paman dan bibi datang kerumah sakit” ucap ku lagi

“Paman dan bibi kesini karena mendengar bahwa nino masuk kerumah sakit” ucap paman.

“Nino, Nino masuk rumah sakit. Dimana dia sekarang paman?” Tanya ku dengan rasa khawatir.

Tiba-tiba wali kelas ku datang dan mengatakan “Permisi, Bapak dan Ibu sebagai orang tua Justin di cari oleh dokter di ruangannya tadi, harap bapak dan ibu bisa  menemuinya”

Aku terkejut, “Apa”. “Apakah paman dan bibi adalah orang tua Justin” Tanya aku

“Apa selama ini kamu tidak tau tentang Justin, Justin adalah Nino” ucap bibi.

“Apa, jadi selama ini dugaan ku  itu semua nya benar, Justin adalah teman masa kecilku, dia adalah Nino. Trus, apa penyakit nya kambuh lagi ” Tanya aku.

“Sepertinya begitu, kemarin ketika dia memeriksa ke dokter, kata dokter penyakit nya muncul lagi dan telah mencapai stadium 3. Paman dan Bibi tidak tau harus bagaimana lagi, kami kira setelah berobat di Singapura penyakitnya tidak akan muncul lagi, dan ternyata muncul kembali” ucap bibi sambil menangis

“Jadi, kemarin dia diam saja, itu karena masalah penyakit itu kambuh lagi dan telah mencapai stadium 3 paman bibi” ucapku langsung terjatuh

Tiba-tiba suster dari kamar justin keluar, “kalian boleh menjenguk nya, tapi jangan berisik”

“ Paman Bibi, apa kalian mau masuk” Tanya ku pada mereka

“ya, kami ingin sekali, apa kamu mau ikut” jawab mereka

“benarkah, yah aku mau paman bibi” jawabku dan langsung masuk ke ruangan

Ketika aku masuk, aku melihatnya teman masa kecil ku terbaring lemah dan tak berdaya sedang melawan maut.

“Na, kami pergi menemui dokter dulu yaah, kamu bisa kan temani dia disini”  kata paman.

“terus, yang lain mana paman” Tanya ku

“mereka sudah pergi, bilangnya sih mengemas barang-barang” kataa paman lagi

“Baiklah, aku akan menemaninya disini, paman dan bibi jangan khawatir” ucapku

“syukurlah ada kamu disini, Paman dan bibi tinggal dulu yah” kata paman.

Setelah Paman dan Bibi keluar, aku kembali menatap teman semasa kecilku itu, lalu mendekatinya “Mengapa aku tidak tau dari awal, jika aku tau itu adalah kamu, aku pasrah jika kamu mengerjaiku sepuasnya, Dimana wajah sombong yang pernah buat aku kesal, dimana wajah si cowok tengik bak badut ancol itu” teriak aku sambil menangis

“Apa kamu bisa bangun, jika kamu bangun aku bisa ngerjain aku dengan akal jail mu itu dengan sepuasmu. Tapi, please, bangun demi teman lama yang merindukanmu” kataku lagi sambil terjatuh.

Aku hanya bisa menangis dan berdoa disini untuk mu, Jika kau sadar aku nanti aku menjadi teman yang paling perfect untuk mu.

Sebagai teman yang baik, aku akan selalu menunggu mu.

Tiba-tiba Paman dan Bibi datang, “Paman Bibi, apa yang dikatakan dokter” Tanya aku.

“Oh tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja” kata paman.

Aku melihat bibi “Bibi, bibi mengapa menangis, katanya tidak terjadi apa-apa.” Tanya ku kepada bibi

“Paman, katanya tidak terjadi apa-apa, tapi mengapa bibi menangis, sebenarnya apa penyakit yang diderita nino paman” Tanya aku lagi kepada paman dengan rasa khawatir.

Paman tidak menjawab apa penyakit yang diderita oleh Justin.

“Sudahlah Nana, kamu tidak usah khawatir, bibi hanya menangis biasa, lebih baik kamu pulang, ini sudah larut malam” pinta paman seperti menahan tangis

“Baiklah paman, besok pagi-pagi sebelum berangkat sekolah aku akan kesini” kataku.


Keesokan Harinya ..

Aku bangun pagi-pagi sekali, untuk membuat makanan untuk Paman dan Bibi lalu berangkat ke rumah sakit, Setiba aku di Rumah sakit, aku menuju ke ruangan dimana Justin dirawat, ketika aku masuk keruangan Justin, tiba-tiba aku terkejut. Ruangannya bersih dan tidak ada sama sekali seorang pun disana. Aku pikir, mungkinkah Nino sudah sadar,  Ketika aku berpikir tentang itu, aku langsung mencari alamat Justin, dan kemudian aku menemukan alamatnya, akupun segera menuju ke alamat tersebut. Setelah sampai di alamat tersebut, aku merasa ada yang aneh, benarkah ini rumahnya Justin, mengapa banyak orang disini memakai baju hitam dan terdapat bendera warna kuning, “apa benar ini Rumah Justin” kataku dalam hati.

Ketika aku melangkahkan kaki ku masuk ke rumah itu dicampur dengan perasaan yang tak enak, setiba didepan pintu rumah nya, aku melihat Bibi menangis disamping Jenazah yang ditutupi kain. “Bibi Paman” kataku.

“dimana Nino?” kataku lagi

Tidak ada jawaban, hanya ada tangisan dan penyesalan disana.

“Paman bibi, dimana Nino” Tanya ku sambil gemetaran

“Na, Nino telah tiada, dia Meniggal tadi malam” jawab Paman sambil menahan tangis.

Aku terkejut dan tanpa sadar makanan yang ku bawa terjatuh, aku mulai melangkahkan kaki ku disamping jenazah teman semasa kecilku, karena melihatnya, aku tidak bisa menahan tangisku. “Mengapa seperti ini” ucapku sambil menangis.

Aku Hanya bisa berdoa dan Menangis untuknya, beberapa saat kemudian, Jenazah nya pun diangkat dan akan dikuburkan, aku tak kuasa untuk berhenti menangis, melihatnya. “Teman semasa kecilku Nino, maafkan aku, Kau adalah teman baikku, Kuharap kau bahagia disana” bisikku sambil menangis.

Tema : Teman Semasa kecilku

Maaf kalo cerpennya enggak menarik dan bagus

Jika ingin lebih banyak membaca Cerpen just klik here


#SEKIAN

0 komentar:

Posting Komentar